Kisah Qarun, Si Kaya Raya pelit sedekah

Setiap manusia mempunyai rezeki masing-masing yang sudah ditentukan oleh Allahu Ta’ala . Ada manusia yang diberi harta berkecukupan maupun kekurangan. Tetapi ada juga yang diberi harta yang berlebihan. Seperti salah satunya adalah Qorun. Ia seorang kaya raya yang hidup pada zaman Nabi Musa Alayhi wa salam. Menurut kalangan ulama ia adalah paman Nabi Musa, namun sebagian pendapat yang lain ia adalah sepupu Nabi Musa.
Dalam Surat Al-Qasash ayat 76 Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengisahkan, seorang hamba bernama Qorun merupakan kaum Nabi Musa. Ia dianugerahi harta yang melimpah oleh Allah, sampai-sampai kunci dari harta tersebut sungguh berat meskipun dibawa oleh orang yang kuat. Namun sayangnya, Qorun merupakan orang yang sombong, sehingga Allah memperingatkan kepada Qorun. Selanjutnya pada ayat 77 Allah berfirman, “Carilah pada apa yang dianugerahkan padamu dari kebahagiaan akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu karena kenikmatan dunia.” Qorun dengan kesombongannya menjawab, “Sesungguhnya aku diberi harta karena ilmu yang kumiliki.” Tak hanya itu, kemudian Qorun pun menunjukkan kekayaannya dengan iring-iringan pawai. Melihat Qorun, orang-orang yang menghendaki kesenangan dunia berharap bisa kaya seperti dirinya. Namun, orang-orang saleh justru berkata, “Celakalah bagimu, karena pahala Allah lebih baik bagi mereka yang beriman dan tidak diperoleh pahala kecuali bagi orang yang sabar.”
Melihat Qorun yang takabur, akhirnya Allah menenggelamkan Qorun beserta hartanya ke dalam bumi. Tidak ada baginya suatu golongan apa pun yang bisa menolongnya dari azab Allah. Kisah Qorun memberikan kita pelajaran bahwa harta berlimpah belum tentu mampu membawa kita kepada keberkahan apabila tidak disyukuri dan dibayarkan zakat, justru bisa membawa kita kepada azab yang sangat pedih. (#NST)

Bagikan Artikel:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on print

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

lazismu